Penerapan Evidence Based Nursing Uap Sederhana Menggunakan Minyak Kayu Putih Terhadap frekuensi Nafas Dan Saturasi Oksigen Pada Anak Dengan Bronkopneumonia Menggunakan Pendekatan Teori Kolcaba Di Ruangan Pediatri Intensif Care Unit (PICU) RSUP PROF. DR. R
Latar Belakang : Bronkopneumonia adalah peradangan akut di parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi patogen seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Bakteri yang menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus dan Mycoplasma pneumonia. Adenovirus, rhinovirus, influenza virus, respiratory syncytial virus (RSV), dan influenza virus. Bronkopneumonia pada anak adalah infeksi pada paru-paru yang mengenai bronkus (saluran napas) dan alveoli (kantung udara paru). Menurut World Health Organization (WHO...
Latar Belakang : Bronkopneumonia adalah peradangan akut di parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi patogen seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Bakteri yang menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus dan Mycoplasma pneumonia. Adenovirus, rhinovirus, influenza virus, respiratory syncytial virus (RSV), dan influenza virus. Bronkopneumonia pada anak adalah infeksi pada paru-paru yang mengenai bronkus (saluran napas) dan alveoli (kantung udara paru). Menurut World Health Organization (WHO), bronkopneumonia mengakibatkan kematian 808.000 hingga 2 juta anak setiap tahun. Data yang diperoleh dari ruangan Pediatric intensif care unit (PICU) RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado, pada bulan januari – Desember 2025 ditemui sebanyak 103 kasus bronkopneumonia pada anak. Tujuan : Untuk Menerapkan Terapi Uap Sederhana Menggunakan Minyak Kayu Putih Terhadap Frekuensi Napas Dan Saturasi Oksigen Pada Anak Dengan Bronkopneumonia Menggunakan Pendekatan Teori Kolcaba Di Ruangan Pediatri Intensif Care Unit (PICU) RSUP PROF. DR. R. D. Kandou Manado. Metode : Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Penelitian ini dilakukan diruangan Pediatric Intensife Care Unit (PICU) RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado pada februari-maret 2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, ditetapkan 4 sampel. Dilakukan intervensi pemberian terapi uap menggunakan air panas dan minyak kayu putih 1x dalam sehari selama 10-15 menit dan dilakukan intervensi selama 3 hari. Hasil : Terdapat pengaruh pada frekuensi napas dan saturasi oksigen setelah dilakukan penerapan terapi uap sederhana mengguanakan air panas dan minyak kayu putih pada 4 responden, dari hari pertama sampai hari ketiga. Dibuktikan dengan nilai rata-rata frekuensi napas (RR) sebelum penerapan intervensi yaitu 37x/menit, sesudah penerapan 35x/menit dan rata-rata nilai saturasi oksigen (Spo2) sebelum penerapan 92%, sesudah penerapan 93%. Kesimpulan : Penerapan terapi uap sederhana menggunakan air panas dan minyak kayu putih dapat membantu anak untuk mengatasi frekuensi napas dan saturasi oksigen.