Latar Belakang: Komunikasi negatif dalam permainan Mobile Legends: Bang Bang seperti makian, ejekan, penghinaan verbal, dan perilaku saling menyalahkan merupakan bentuk interaksi yang dapat dialami siswa selama bermain game online. Pengalaman tersebut dapat menimbulkan respons emosional dan memengaruhi kenyamanan siswa dalam bermain maupun aktivitas sehari-hari. Perbedaan pengalaman setiap siswa dalam menerima dan menghadapi komunikasi negatif perlu dipahami secara mendalam melalui pendekatan fe...
Latar Belakang: Komunikasi negatif dalam permainan Mobile Legends: Bang Bang seperti makian, ejekan, penghinaan verbal, dan perilaku saling menyalahkan merupakan bentuk interaksi yang dapat dialami siswa selama bermain game online. Pengalaman tersebut dapat menimbulkan respons emosional dan memengaruhi kenyamanan siswa dalam bermain maupun aktivitas sehari-hari. Perbedaan pengalaman setiap siswa dalam menerima dan menghadapi komunikasi negatif perlu dipahami secara mendalam melalui pendekatan fenomenologi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman siswa SMP Negeri 8 Manado dalam menghadapi komunikasi negatif, respons emosional yang muncul, serta strategi coping yang dilakukan selama bermain Mobile Legends: Bang Bang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian berjumlah lima siswa SMP Negeri 8 Manado yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) untuk menggali pengalaman subjektif informan mengenai komunikasi negatif dalam permainan Mobile Legends: Bang Bang. Data dianalisis secara tematik dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh dari pengalaman informan. Hasil: Penelitian menemukan tiga tema utama, yaitu pengalaman komunikasi negatif, respon emosional, dan strategi coping. Komunikasi negatif yang dialami siswa terutama berupa makian, ejekan, penghinaan verbal, dan saling menyalahkan. Pengalaman tersebut menimbulkan respon seperti marah, kecewa, sedih, dan tersinggung. Siswa menghadapi pengalaman tersebut dengan berbagai strategi coping, seperti membalas, mengabaikan atau menggunakan fitur mute, berhenti sementara, beristirahat, dan bercerita kepada teman.