Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Hiperglikemia di Puskesmas Wilayah Kota Manado
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI TLM 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 75 Hal : ilustrasi ; 29,7
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 17 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Eunike Stefhanie Sasauw; Iyam Manueke; Jonas Edrian Sumampouw
Abstrak
Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga dapat muncul dalam kondisi khusus seperti pada kehamilan. Hiperglikemia dalam kehamilan adalah keadaan intoleransi glukosa yang terdeteksi selama kehamilan akibat peningkatan resistensi insulin. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk gangguan metabolisme yang berpotensi memengaruhi kadar hemoglobin pada ibu hamil. Pemeriksaan kadar hemoglobin penting dilakukan untuk menilai status anemia sebagai salah satu indikator kesehatan ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan hiperglikemia di puskesmas wilayah Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di lima puskesmas wilayah Kota Manado, yaitu Puskesmas Sario, Minanga, Ranotana Weru, Ranomuut, dan Bailang. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil dengan hiperglikemia yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Hematology Analyzer, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 23 responden (76,7%) memiliki kadar hemoglobin normal dan sebanyak 7 responden (23,3%) mengalami anemia. Anemia lebih banyak ditemukan pada trimester II, pada ibu dengan paritas tinggi, serta pada ibu yang tidak rutin mengonsumsi tablet Fe. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan hiperglikemia masih memiliki kadar hemoglobin normal, namun tetap terdapat risiko anemia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.