Waktu kerja yang efektif dapat menghasilkan hasil kerja yang produktif. Kelelahan akibat kerja dapat mengakibatkan menurunnya efisiensi kerja ditandai dengan berkurangnya ketahanan fisik dan dapat mengganggu kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi melatih dengan kelelahan kerja pada pelatih rebana di Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelatih. Sampe...
Waktu kerja yang efektif dapat menghasilkan hasil kerja yang produktif. Kelelahan akibat kerja dapat mengakibatkan menurunnya efisiensi kerja ditandai dengan berkurangnya ketahanan fisik dan dapat mengganggu kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi melatih dengan kelelahan kerja pada pelatih rebana di Kabupaten Minahasa Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelatih. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pelatih dengan total 35 orang. Instrument dalam penelitian ini yaitu kuesioner kelelahan kerja, pengambilan data dilakukan selama 4 bulan. Data dari hasil penelitian ini dianalisa dengan menggunakan program software dan diuji menggunakan metode korelasi non parametrik. Responden dalam penelitian sebagian besar berumur 15 – 20 tahun (42,9%). Durasi melatih yang paling banyak pada durasi 2 – 4 jam (34,3%). Tingkat kelelahan pelatih rebana berada pada kategori normal (88,6%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,873 (p > 0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,028 dengan demikian Ha ditolak dan H0 diterima maka dinyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi melatih dengan kelelahan kerja pada pelatih rebana di Kabupaten Minahasa Utara. Hal ini dikarenakan kelelahan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain faktor massa kerja, beban kerja dan stress kerja, yang tidak diteliti dalam penelitian ini.