Kecelakaan kerja pada petani sayur merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering terjadi akibat aktivitas kerja yang memiliki risiko tinggi. Faktor seperti masa kerja dan lama kerja juga dapat memengaruhi terjadinya kecelakaan kerja pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja dan lama kerja dengan kecelakaan kerja pada petani sayur di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectio...
Kecelakaan kerja pada petani sayur merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering terjadi akibat aktivitas kerja yang memiliki risiko tinggi. Faktor seperti masa kerja dan lama kerja juga dapat memengaruhi terjadinya kecelakaan kerja pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masa kerja dan lama kerja dengan kecelakaan kerja pada petani sayur di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sayur di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan sebanyak 1.334 petani. Sampel penelitian berjumlah 308 responden yang ditentukan menggunakan rumus slovin dan penarikannya menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki masa kerja > 5 tahun sebanyak 273 responden (88,1%) dan lama kerja ≤ 7 jam sebanyak 212 responden (68,4%). Responden yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 285 responden (91,9%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja dengan kecelakaan kerja dengan nilai p-value ≤0,001 dan terdapat hubungan antara lama kerja dengan kecelakaan kerja dengan nilai p-value ≤0,001. Disarankan kepada petani untuk lebih memperhatikan keselamatan kerja, waktu istirahat agar dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja, serta menggunakan alat pelindung diri (APD).