Penerapan Slow Deep Breathing Dengan Pendekatan Teori Comfort Katharine Kolcaba Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Di ICCU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang masih menjadi permasalahan kesehatan utama di dunia karena masih tingginya angka kesakitan, kecacatan, dan kematian. Salah satu masalah penderita PJK yaitu mengalami nyeri dada atau angina yang menjadi keluhan utama pada pasien dengan gangguan perfusi koroner. Tujuan: Untuk menerapkan pemberian asuhan keperawatan dengan Slow Deep Breathing terhadap penurunan nyeri pasien PJK. Metode: Deskriptif kual...
Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang masih menjadi permasalahan kesehatan utama di dunia karena masih tingginya angka kesakitan, kecacatan, dan kematian. Salah satu masalah penderita PJK yaitu mengalami nyeri dada atau angina yang menjadi keluhan utama pada pasien dengan gangguan perfusi koroner. Tujuan: Untuk menerapkan pemberian asuhan keperawatan dengan Slow Deep Breathing terhadap penurunan nyeri pasien PJK. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel empat responden dengan asuhan keperawatan berdasarkan teori Katharine Kolcaba dengan intervensi Slow Deep Breathing terhadap penurunan nyeri pada pasien PJK di ICCU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Pengukuran nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil: Pengkajian keperawatan pada pasien Tn.G.K, dan tiga pasien PJK lainnya menunjukkan nyeri dada skor rata-rata NRS 6 dengan skor SLKI 21-23 , dengan karakteristik yang bervariasi seperti diremas, ditusuk, penjalaran ke punggung, lengan kiri dan rahang bawah, serta disertai sesak nafas, badan lemah, pasien gelisah secara psikospiritual, membutuhkan dukungan keluarga, dan merasa tidak nyaman dengan hospitalisasi. Diagnosa keperawatan meliputi Nyeri Akut terkait dengan iskemia miokard ditandai dengan nyeri dada hilang timbul. Intervensi berupa Manajemen nyeri, dan dukungan penerapan Slow Deep Breathing. Evaluasi menunjukkan mengalami penurunan nyeri dada pada keempat pasien dengan skor NRS dari kategori sedang (4-6) menjadi kategori ringan (0-2), serta peningkatan skor SLKI dari 21-23 menjadi 31-35 yang termasuk dalam kategori luaran baik. Kesimpulan: penerapan Slow Deep Breathing menurunkan nyeri pada pasien PJK. Saran: bagi tenaga kesehatan terlebih khusus perawat agar dapat memperbaiki Tingkat Nyeri pada pasien PJK dalam menggunakan terapi non farmakologis berupa Slow Deep Breathing.