Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja berpotensi meningkatkan perilaku kurang gerak atau sedentary lifestyle, terutama ketika aktivitas digital dilakukan dalam posisi duduk atau rebahan dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menurunkan aktivitas fisik harian dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial TikTok, WhatsApp, dan Instagram dengan sedentary lifestyle risiko obesita...
Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja berpotensi meningkatkan perilaku kurang gerak atau sedentary lifestyle, terutama ketika aktivitas digital dilakukan dalam posisi duduk atau rebahan dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menurunkan aktivitas fisik harian dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial TikTok, WhatsApp, dan Instagram dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja di SMP Negeri 10 Manado.Jenis Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan kualitatif dengan desain fenomenologi. Sampel kuantitatif berjumlah 91 siswa yang dipilih menggunakan simple random sampling, sedangkan informan kualitatif terdiri dari empat siswa dan satu guru. Instrumen penelitian meliputi kuesioner intensitas penggunaan media sosial, Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), dan pedoman wawancara mendalam. Analisis kuantitatif menggunakan uji Spearman’s rho, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. \\\\r\\\\nHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok (p-value = 0,002 ≤ α = 0,05), WhatsApp (p-value = 0,013 ≤ α = 0,05), dan Instagram (p-value = 0,001 ≤ α = 0,05) dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja. Berdasarkan nilai p-value, media sosial Instagram menunjukkan hubungan yang paling signifikan dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja dibandingkan TikTok dan WhatsApp. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sering dilakukan dalam posisi duduk atau rebahan, disertai kebiasaan ngemil, dan mengurangi waktu aktivitas fisik. Kesimpulannya, intensitas penggunaan media sosial berhubungan signifikan dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja di SMP Negeri 10 Manado. Sekolah disarankan memperkuat promosi kesehatan melalui edukasi penggunaan media sosial yang seimbang, pembatasan penggunaan HP selama jam sekolah, dan active break 3-5 menit untuk mengurangi waktu sedentari siswa.