Langsung ke konten
PUSTAKA Repository Poltekkes Kemenkes Manado
Skripsi Akses terbatas 2026

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Sedentary Lifestyle Risiko Obesitas pada Remaja di SMP Negeri 10 Manado

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Skripsi
Bahasa
Indonesia
No. panggil
SKR PROMKES 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiv, 189 Hal: Ilustrasi; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
30 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Novi Inggrit Karemase

Abstrak

Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja berpotensi meningkatkan perilaku kurang gerak atau sedentary lifestyle, terutama ketika aktivitas digital dilakukan dalam posisi duduk atau rebahan dalam waktu lama. Kondisi ini dapat menurunkan aktivitas fisik harian dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial TikTok, WhatsApp, dan Instagram dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja di SMP Negeri 10 Manado.Jenis Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan kualitatif dengan desain fenomenologi. Sampel kuantitatif berjumlah 91 siswa yang dipilih menggunakan simple random sampling, sedangkan informan kualitatif terdiri dari empat siswa dan satu guru. Instrumen penelitian meliputi kuesioner intensitas penggunaan media sosial, Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), dan pedoman wawancara mendalam. Analisis kuantitatif menggunakan uji Spearman’s rho, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. \\\\r\\\\nHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok (p-value = 0,002 ≤ α = 0,05), WhatsApp (p-value = 0,013 ≤ α = 0,05), dan Instagram (p-value = 0,001 ≤ α = 0,05) dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja. Berdasarkan nilai p-value, media sosial Instagram menunjukkan hubungan yang paling signifikan dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja dibandingkan TikTok dan WhatsApp. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sering dilakukan dalam posisi duduk atau rebahan, disertai kebiasaan ngemil, dan mengurangi waktu aktivitas fisik. Kesimpulannya, intensitas penggunaan media sosial berhubungan signifikan dengan sedentary lifestyle risiko obesitas pada remaja di SMP Negeri 10 Manado. Sekolah disarankan memperkuat promosi kesehatan melalui edukasi penggunaan media sosial yang seimbang, pembatasan penggunaan HP selama jam sekolah, dan active break 3-5 menit untuk mengurangi waktu sedentari siswa.

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 144_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 144_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 144_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 144_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 144_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 144_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 144_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A SKR PROMKES 2026
SKR PROMKES 2026-423-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar