Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah. Tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, serta rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran status karies gigi tetap pada siswa siswi kelas VII SMP Negeri 7 Kotamadya Manado.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, penelitian ini dilaksanakan pada minggu pertama tanggal 4 bula...
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah. Tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, serta rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran status karies gigi tetap pada siswa siswi kelas VII SMP Negeri 7 Kotamadya Manado.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, penelitian ini dilaksanakan pada minggu pertama tanggal 4 bulan Juni 2026 di SMP Negeri 7 Manado. Populasi penelitian berjumlah 50. Sampel yang digunakan yaitu total populasi berjumblah 48 responden berdasarkan kriteria inklusi. Instrument penelitian menggunakan diagnose set dan tercatat pada format penilaian DMF-T. Data yang diperoleh kemudian di tabulasi berdasarkan tabel distribusi frekuensi persentase. Pemeriksaan dilakukan secara langsung pada setiap responden untuk memperoleh data yang akurat mengenai kondisi gigi tetap. Penilaian status karies dilakukan berdasarkan kriteria indeks DMF-T yang meliputi gigi yang mengalami karies, hilang akibat karies, dan gigi yang telah ditambal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks DMF-T status karies gigi paling tinggi berada pada kategori karies rendah sebanyak 16 responden (33,3%), diikuti kategori karies sedang sebanyak 14 responden (29,2%), kategori sangat rendah sebanyak 11 responden (22,9%), kategori tinggi sebanyak 6 responden (12,5%), dan kategori sangat tinggi sebanyak 1 responden (2,1%). Temuan ini menunjukan bahwa status karies gigi tetap pada siswa masih perlu mendapat perhatian karena sebagian besar responden mengalami karies gigi. Oleh karena itu diperlukan peningkatan edukasi kesehatan gigi dan mulut serta program pencegahan karies yang berkelanjutan di sekolah maupun lingkungan keluarga.