Hiperglikemia pada kehamilan merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang pertama kali terdeteksi selama masa kehamilan dan dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin. Selain gangguan metabolisme glukosa, perubahan hematologis juga terjadi selama kehamilan, salah satunya perubahan kadar hemoglobin (Hb). Kadar hemoglobin yang tidak mengalami penurunan fisiologis selama kehamilan dilaporkan berhubungan dengan peningkatan risiko hiperglikemia. Namun, data mengenai kadar he...
Hiperglikemia pada kehamilan merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang pertama kali terdeteksi selama masa kehamilan dan dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin. Selain gangguan metabolisme glukosa, perubahan hematologis juga terjadi selama kehamilan, salah satunya perubahan kadar hemoglobin (Hb). Kadar hemoglobin yang tidak mengalami penurunan fisiologis selama kehamilan dilaporkan berhubungan dengan peningkatan risiko hiperglikemia. Namun, data mengenai kadar hemoglobin pada responden dengan hiperglikemia di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama masih terbatas, khususnya di Kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada responden dengan hiperglikemia di Puskesmas Wilayah Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden dengan hiperglikemia yang diperoleh menggunakan teknik total sampling pada lima puskesmas di Kota Manado, yaitu Puskesmas Paniki Bawah, Bengkol, Kombos, Wawonasa, dan Tuminting. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat hematology analyzer. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 22 responden (73,3%) memiliki kadar hemoglobin normal, sedangkan 8 responden (26,7%) mengalami anemia. Tidak ditemukan responden dengan kadar hemoglobin kategori polisitemia. Kasus anemia lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 20–35 tahun, trimester II dan III, primigravida, serta pada responden yang tidak pernah mengonsumsi tablet Fe. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden dengan hiperglikemia di Puskesmas Wilayah Kota Manado memiliki kadar hemoglobin dalam kategori normal.