Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan refluks isi lambung ke esofagus sehingga menimbulkan gejala klinis berupa nyeri dada, nyeri epigastrium, dan heartburn. Kondisi ini sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan memerlukan penanganan cepat serta tepat. Penatalaksanaan GERD umumnya dilakukan melalui terapi farmakologis, namun pada kondisi akut intervensi tambahan nonfarmakologis diperlukan untuk membantu menurunkan intensitas nyeri se...
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan refluks isi lambung ke esofagus sehingga menimbulkan gejala klinis berupa nyeri dada, nyeri epigastrium, dan heartburn. Kondisi ini sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan memerlukan penanganan cepat serta tepat. Penatalaksanaan GERD umumnya dilakukan melalui terapi farmakologis, namun pada kondisi akut intervensi tambahan nonfarmakologis diperlukan untuk membantu menurunkan intensitas nyeri secara segera. Salah satu intervensi yang dapat diterapkan adalah posisi Left Lateral Recumbent (LLR) atau miring kiri, yang secara fisiologis mampu menurunkan paparan asam lambung terhadap mukosa esofagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan posisi LLR dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien GERD di IGD RS GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pasien GERD yang datang dengan keluhan nyeri epigastrium. Data dikumpulkan melalui pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi posisi LLR. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 6/10 hingga akhirnya mencapai 2/10 setelah penerapan posisi LLR. Temuan ini membuktikan bahwa posisi Left Lateral Recumbent efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien GERD di IGD. Intervensi ini mudah diterapkan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat menjadi bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas pelayanan di ruang gawat darurat.