Hubungan Frekuensi Konsumsi Bahan Makanan Sumber Protein Dan Zat Besi Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 3 Dumoga
- Tahun terbit
- 2025
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR GIZI 2025
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 47 Hal: Ilustrasi; 29 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Regina Daanan
Abstrak
Anemia pada remaja putri merupakan masalah gizi yang sering terjadi akibat kurangnya asupan zat gizi penting seperti protein dan zat besi. Pola makan yang tidak seimbang dan rendahnya frekuensi konsumsi makanan bergizi menjadi salah satu faktor utama penyebab rendahnya kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi bahan makanan sumber protein dan zat besi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 30 remaja putri berusia 12–15 tahun yang dipilih secara proportional random sampling dari SMP Negeri 3 Dumoga. Frekuensi konsumsi makanan dinilai menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat hemoglobinometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s rho.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki frekuensi konsumsi bahan makanan sumber protein dan zat besi dalam kategori cukup (80%) dan kadar hemoglobin dalam kategori normal (83,3%). Hasil uji statistik Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan sumber protein dan zat besi dengan kadar hemoglobin (sig 2-tailed = 0.000). Dengan demikian, semakin sering remaja mengonsumsi makanan kaya zat besi dan protein, maka semakin besar peluang memiliki kadar hemoglobin yang normal
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 30 remaja putri berusia 12–15 tahun yang dipilih secara proportional random sampling dari SMP Negeri 3 Dumoga. Frekuensi konsumsi makanan dinilai menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat hemoglobinometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman’s rho.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki frekuensi konsumsi bahan makanan sumber protein dan zat besi dalam kategori cukup (80%) dan kadar hemoglobin dalam kategori normal (83,3%). Hasil uji statistik Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan sumber protein dan zat besi dengan kadar hemoglobin (sig 2-tailed = 0.000). Dengan demikian, semakin sering remaja mengonsumsi makanan kaya zat besi dan protein, maka semakin besar peluang memiliki kadar hemoglobin yang normal
Berkas
Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Baca
Khusus anggota
Masuk untuk membaca
Eksemplar fisik & reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A
SKR GIZI 2025
SKR-GIZI000402025
Tersedia