Stunting merupakan suatu keadaan gagal tumbuh kembang pada bayi (0-11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) yang mengalami kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, dapat ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Permasalahan nutrisi pada ibu hamil, dan pada masa awal kehidupan anak, menjadi faktor penyebab kemungkinan munculnya balita pendek. Beberapa permasalahan nutrisi yang terjadi selama ibu hamil antara lain KEK, menjadi faktor penyebab gangguan pert...
Stunting merupakan suatu keadaan gagal tumbuh kembang pada bayi (0-11 bulan) dan anak balita (12-59 bulan) yang mengalami kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, dapat ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Permasalahan nutrisi pada ibu hamil, dan pada masa awal kehidupan anak, menjadi faktor penyebab kemungkinan munculnya balita pendek. Beberapa permasalahan nutrisi yang terjadi selama ibu hamil antara lain KEK, menjadi faktor penyebab gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat kurang energi kronik pada ibu hamil dengan stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Molibagu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional study. Terdapat dua variabel dalam penelitin ini yaitu variabel bebas; riwayat KEK dan variabel terikat stunting. Pengumpulan data riwayat KEK pada ibu diperoleh dari pengukuran Lila yang tercatat di buku kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan data stunting yang bersumber dari catatan rekam medik Puskesmas Molibagu. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 orang anak stunting di wilayah kerja puskesmas molibagu. Sampel menggunakan total sampling. Analisis data KEK dan stunting menggunakan Spearman's rho. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara riwayat KEK dengan kejadian stunting pada balita (p=0.343)