Picky eater merupakan kondisi kolektif dimana anak yang biasanya memiliki preferensi kuat pada makanan, menolak makanan pada jenis makanan tertentu, frekuensi makan lebih sedikit, menolak ketika diberikan makanan baru. Kejadian picky eater atau suka pilih-pilih makanan sering terjadi selama perkembangan anak. Perilaku ini jika dibiarkan anak akan menjadi terbiasa untuk memilih makanan yang milih sehingga anak dapat terjadi kekurangan atau kelebihan asupan gizi yang dapat mempengaruhi status gizi...
Picky eater merupakan kondisi kolektif dimana anak yang biasanya memiliki preferensi kuat pada makanan, menolak makanan pada jenis makanan tertentu, frekuensi makan lebih sedikit, menolak ketika diberikan makanan baru. Kejadian picky eater atau suka pilih-pilih makanan sering terjadi selama perkembangan anak. Perilaku ini jika dibiarkan anak akan menjadi terbiasa untuk memilih makanan yang milih sehingga anak dapat terjadi kekurangan atau kelebihan asupan gizi yang dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan perilaku suka pilih-pilih makanan (picky eater) dengan status gizi anak usia 12-60 bulan di Desa Insil Induk Kecamatan Passi Timur. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan crossectional. Sampel yang didapat sebanyak 40 anak dengan kategori usia 12-60 bulan di Desa Insil Induk Kecamatan Passi Timur. Dan diuji menggunakan analisis data univariat yaitu distribusi data frekuensi, kemudian melakukan uji normalitas terhadap data picky eater dan status gizi, melakukan uji validitas dan reabilitas terhadap kuesioner picky eater yang digunakan dan yang terakhir menggunakan uji bivariat yaitu uji chi square untuk melihat hubungan dari kedua variabel. Berdasarkan hasil uji chi square p-value >0,05 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi anak usia 12-60 bulan.