Status gizi anak balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas tumbuh kembang anak. Asupan makan, Khususnya zat gizi makro seperti energi, protein, lemak, dan karbohidrat merupakan faktor langsung yang memengaruhi status gizi. Desa Tolombukan dipilih sebagai Lokasi penelitian karena masih ditemukannya kasus gizi kurang dan pendek pada anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makan dan status gizi anak balita di Desa Tolombukan Wilayah Kerja Puskesmas To...
Status gizi anak balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas tumbuh kembang anak. Asupan makan, Khususnya zat gizi makro seperti energi, protein, lemak, dan karbohidrat merupakan faktor langsung yang memengaruhi status gizi. Desa Tolombukan dipilih sebagai Lokasi penelitian karena masih ditemukannya kasus gizi kurang dan pendek pada anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makan dan status gizi anak balita di Desa Tolombukan Wilayah Kerja Puskesmas Towuntu Timur. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 balita yang diambil dengan metode total sampling. Data asupan makan dikumpulkan menggunakan metode Recall 1x24 jam, selama tiga hari berbeda, kemudian dianalisis menggunakan NutriSurvey dan dibandingkan dengan AKG 2019. Status gizi dinilai berdasarkan indikator BB/U dan TB/U. Analisis data menggunakan uji chi-square dan Fisher’s exact test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar anak memiliki asupan energi (60%), protein (71,4%), dan karbohidrat (51,4%) dalam kategori cukup, sedangkan asupan lemak sebagian besar kurang (82,9%). Status gizi BB/U mayoritas baik (94,3%) dan status gizi TB/U mayoritas normal (88,6%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi anak balita (p > 0,05).
Kesimpualan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan makan dan status gizi anak balita, namun kecukupan zat gizi makro tetap penting diperhatikan untuk mencegah masalah gizi.