Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Laporan Penelitian Akses terbatas 2025

Program Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus Melalui Rumah Sehat Diabetes Militus (RUMSDIAM) Dengan Pendekatan Prinsip Transformasi Kesehatan di Kota Kotamobagu

Tahun terbit
2025
Jenis naskah
Laporan Penelitian
Bahasa
Indonesia
No. panggil
PENELITIAN 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
131 Hal; Ilustrasi; 29 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
12 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Kevin G. Pascoal

Abstrak

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius dan semakin banyak ditemukan di negara berkembang seperti Indonesia. Kebiasaan makan dan berbagai faktor risiko dianggap sebagai prediktor terjadinya diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makan dan faktor-faktor risiko pada orang dewasa dengan DMT2.. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Survei dengan pendekatan potong lintang (*cross-sectional*) dilakukan pada populasi orang dewasa berusia 30–65 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman, Kota Kotamobagu, pada periode April hingga Juni 2025. Teknik pengambilan sampel nonprobabilitas digunakan untuk memilih responden secara berurutan hingga diperoleh 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data meliputi analisis univariat, uji bivariat Spearman, dan analisis multivariat menggunakan regresi linear berganda. Instrumen penelitian yang digunakan adalah *Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire* (SQ-FFQ) dan *Finnish Diabetes Risk Score* (FINDRISC). Data dari 100 responden berdistribusi normal dengan nilai uji Kolmogorov-Smirnov sebesar p = 0,102 (p > 0,05). Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa usia, indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, riwayat penggunaan obat antihipertensi, riwayat keluarga dengan diabetes melitus, serta kebiasaan makan memiliki hubungan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Sebaliknya, jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Sementara itu, hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,868 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,754, yang mengindikasikan bahwa 75,4% variasi faktor-faktor risiko DMT2 berhubungan dengan kejadian diabetes melitus. Berdasarkan skor FINDRISC, sebanyak 19% responden memiliki risiko rendah, 61% memiliki risiko sedang, dan 20% memiliki risiko tinggi. Sebagai kesimpulan, perilaku gaya hidup memegang peranan penting dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Penerapan pola konsumsi gizi seimbang melalui peningkatan kualitas pola makan merupakan faktor utama dalam upaya pencegahan, sedangkan pola makan yang tidak sehat berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya DMT2.

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 86_abstrak Baca
Isi Khusus anggota · 86_isi Masuk untuk membaca
Lampiran Akses terbuka · 86_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A PL 2025
PL 2025-382-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar