Hubungan Perilaku Konsumsi Fast Food Dengan Status Gizi Pada Siswa Di SMP Negeri 4 Pineleng Kalasey Satu
JA
Jovancha Adeputri Marselria YapusungPenulis
GK
Grace K. LangiDosen pembimbing
RB
Rudolf Boyke PurbaDosen pembimbing
- Tahun terbit
- 2025
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR GIZI 2025
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 67 Hal: Ilustrasi; 29 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Jovancha Adeputri Marselria Yapusung
Abstrak
Perilaku konsumsi fast food pada remaja semakin meningkat seiring perkembangan zaman. Fast food yang tinggi lemak, natrium, dan kalori serta rendah serat dapat mempengaruhi status gizi remaja, baik menyebabkan gizi kurang maupun gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumsi fast food dengan status gizi pada siswa SMP Negeri 4 Pineleng Kalasey Satu.
Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih dengan probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai frekuensi konsumsi fast food dan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan) untuk menentukan status gizi menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (72,7%) mengonsumsi fast food dengan kategori sering (≥5 kali/minggu) dan 54,5% memiliki status gizi normal, sedangkan 25% mengalami overweight dan 20,7% gizi kurang. Analisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku konsumsi fast food dengan status gizi (p=0,001).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi fast food yang sering berpengaruh terhadap status gizi siswa. Disarankan kepada siswa untuk mengurangi konsumsi fast food serta menerapkan pola makan seimbang. Pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan edukasi gizi guna mencegah dampak negatif dari kebiasaan mengonsumsi fast food.
Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih dengan probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai frekuensi konsumsi fast food dan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan) untuk menentukan status gizi menggunakan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (72,7%) mengonsumsi fast food dengan kategori sering (≥5 kali/minggu) dan 54,5% memiliki status gizi normal, sedangkan 25% mengalami overweight dan 20,7% gizi kurang. Analisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku konsumsi fast food dengan status gizi (p=0,001).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi fast food yang sering berpengaruh terhadap status gizi siswa. Disarankan kepada siswa untuk mengurangi konsumsi fast food serta menerapkan pola makan seimbang. Pihak sekolah diharapkan dapat meningkatkan edukasi gizi guna mencegah dampak negatif dari kebiasaan mengonsumsi fast food.
Berkas
Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Baca
Khusus anggota
Masuk untuk membaca
Eksemplar fisik & reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A
SKR GIZI 2025
SKR-GIZI000282025
Tersedia