Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Upaya pengendalian kadar gula darah melalui pengaturan asupan makanan menjadi penting, termasuk penggunaan pangan fungsional berbahan dasar umbi-umbian dan biji-bijian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian churros berbahan dasar ubi ungu dan tepung beras merah terhadap kadar gula darah pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado.
Penelitian ini menggunak...
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Upaya pengendalian kadar gula darah melalui pengaturan asupan makanan menjadi penting, termasuk penggunaan pangan fungsional berbahan dasar umbi-umbian dan biji-bijian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian churros berbahan dasar ubi ungu dan tepung beras merah terhadap kadar gula darah pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado.
Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 48 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi selama 7 hari pemberian churros. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar gula darah setelah pemberian churros, dari 92,73 mg/dL menjadi 87,27 mg/dL. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p 0,000). Churros berbahan dasar ubi ungu dan tepung beras merah yang diberikan selama 3 hari berpengaruh dalam menurunkan kadar gula darah responden dibuktikan karena adanya perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi..
Pemberian churros berbahan dasar ubi ungu dan tepung beras merah berpengaruh signifikan menurunkan kadar glukosa darah sewaktu dan dapat menjadi alternatif camilan sehat dalam pengendalian glukosa darah. Disarankan penggunaan churros ini sebagai pilihan camilan sehat bagi remaja dan masyarakat umum