Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karena perubahan fisiologis dan penurunan kemampuan untuk mengelola diri, lansia lebih rentan terhadap DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengelolaan diabetes melitus (DM) terhadap glukosa darah pada lansia di Klub Prolanis Puskesmas Tompaso.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskripti...
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karena perubahan fisiologis dan penurunan kemampuan untuk mengelola diri, lansia lebih rentan terhadap DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengelolaan diabetes melitus (DM) terhadap glukosa darah pada lansia di Klub Prolanis Puskesmas Tompaso.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 58 responden penderita diabetes melitus (DM) yang tergabung dalam Klub Prolanis, dipilih dengan teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), The Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), serta pengukuran glukosa darah puasa menggunakan glucometer. Analisis data menggunakan uji Chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (82,75%) dan kepatuhan penatalaksanaan yang baik (55,17%). Selain itu, mayoritas responden memiliki kadar glukosa darah yang terkendali (62,1%). Ada korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dengan glukosa darah (p=0,000) dan kepatuhan penatalaksanaan 5 pilar dengan glukosa darah (p=0,000). Responden dengan dukungan keluarga yang baik (82,75%) dan kepatuhan penatalaksanaan dengan glukosa darah yang lebih terkendali dibadingkan responden yang tidak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap penatalaksanaan diabetes melitus (DM) berperan penting dalam pengendalian glukosa darah pada lansia. Oleh karena itu, keterlibatan aktif keluarga dan peningkatan edukasi kesehatan perlu ditingkatkan.