Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Serat Terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Pada Klub Prolanis Di Puskesmas
FJ
Febriani Jelita Jeini PangailaPenulis
IN
Irza Nanda RantiDosen pembimbing
ME
Meildy E. PascoalDosen pembimbing
- Tahun terbit
- 2025
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR GIZI 2025
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 56 Hal: Ilustrasi; 29 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Febriani Jelita Jeini Pangaila
Abstrak
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pengelolaan DM memerlukan perhatian khusus terhadap pola makan, terutama asupan zat gizi makro dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat) dan serat terhadap kadar glukosa darah penderita DM yang tergabung dalam Klub Prolanis di Puskesmas Tompaso.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang dari total populasi 99 penderita DM, diambil menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan formulir recall 3x24 jam dan pengukuran glukosa darah sewaktu menggunakan glukometer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan zat gizi makro yang kurang dan kadar glukosa darah dalam kategori normal. Hasil uji statistik Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan kadar glukosa darah (p>0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat dengan kadar glukosa darah (p=0,037). Serat memiliki peran penting dalam memperlambat penyerapan glukosa dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Disimpulkan bahwa meskipun zat gizi makro tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, asupan serat yang cukup dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah pada penderita DM. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar edukasi gizi bagi penderita diabetes dan pengelola program Prolanis
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang dari total populasi 99 penderita DM, diambil menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan formulir recall 3x24 jam dan pengukuran glukosa darah sewaktu menggunakan glukometer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan zat gizi makro yang kurang dan kadar glukosa darah dalam kategori normal. Hasil uji statistik Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan kadar glukosa darah (p>0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat dengan kadar glukosa darah (p=0,037). Serat memiliki peran penting dalam memperlambat penyerapan glukosa dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Disimpulkan bahwa meskipun zat gizi makro tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, asupan serat yang cukup dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah pada penderita DM. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar edukasi gizi bagi penderita diabetes dan pengelola program Prolanis
Berkas
Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Baca
Khusus anggota
Masuk untuk membaca
Eksemplar fisik & reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A
SKR GIZI 2025
SKR-GIZI000162025
Tersedia