Perubahan gaya hidup yang menjurus ke westernisasi dan pola hidup yang kurang gerak (sedentary life style) sering ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Pola makan yang kurang baik dan aktivitas fisik yang rendah menjadi pemicu terjadinya obesitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetauhi humbungan Pola Makan Dan Aktifitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Anak Sekolah Dasar SD GMIM Sion Malalayang Di Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif korelasional dengan pendekatan Cross Se...
Perubahan gaya hidup yang menjurus ke westernisasi dan pola hidup yang kurang gerak (sedentary life style) sering ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Pola makan yang kurang baik dan aktivitas fisik yang rendah menjadi pemicu terjadinya obesitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetauhi humbungan Pola Makan Dan Aktifitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Anak Sekolah Dasar SD GMIM Sion Malalayang Di Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 30 siswa, pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling. Jenis data sampel terdiri dari pola makan, aktivitas fisik dan kejadian obesitas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pola makan anak dalam kategori baik (53,1%), dan sebagain besar aktivitas fisik anak dalam kategori rendah (55,1%) serta status gizi sebagian besar kategori normal (86,7%.). Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value sebesar < 0.03 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan terhadap kejadian obesitas. Aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas didapatkan nilai p-value < 0,01 berarti terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan semakin baik pola makan anak dan semakin tinggi aktivitas fisik anak, maka semakin baik status gizi anak