Anemia merupakan salah satu permasalahan gizi utama yang umum dialami remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi. Untuk mencegah kondisi ini, dibutuhkan intervensi berbasis pangan lokal yang kaya akan zat besi dan vitamin C. Buah bit dikenal mengandung zat besi dan vitamin C, namun memiliki cita rasa khas yang kurang disukai. Lemon, sebagai sumber vitamin C dan penetral rasa, digunakan untuk meningkatkan daya terima terhadap produk olahan buah bit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu...
Anemia merupakan salah satu permasalahan gizi utama yang umum dialami remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi. Untuk mencegah kondisi ini, dibutuhkan intervensi berbasis pangan lokal yang kaya akan zat besi dan vitamin C. Buah bit dikenal mengandung zat besi dan vitamin C, namun memiliki cita rasa khas yang kurang disukai. Lemon, sebagai sumber vitamin C dan penetral rasa, digunakan untuk meningkatkan daya terima terhadap produk olahan buah bit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya terima siswi SMP Negeri 8 Manado terhadap puding buah bit dengan lemon berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan uji organoleptik. Panelis terdiri dari 31 siswi kelas VII yang memenuhi kriteria panelis konsumen. Dua formula puding diuji: P1 (30 ml sari lemon) dan P2 (45 ml sari lemon). Panelis menilai setiap formula berdasarkan parameter sensori menggunakan skala hedonik 1–5. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula P2 lebih disukai dibandingkan P1, terutama dalam aspek warna dan rasa. P2 mendapat skor tertinggi untuk warna (58,1% suka) dan rasa (32,3% suka), sedangkan aroma masih menjadi aspek dengan penerimaan terendah. Kandungan gizi pada P2 meliputi energi 738 kkal, zat besi 2,3 g, dan vitamin C 24,95 g per resep. Disimpulkan bahwa puding buah bit dengan lemon memiliki potensi sebagai alternatif camilan sehat penanggulangan anemia, dengan saran untuk meningkatkan aroma produk agar lebih diterima konsumen.