Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Pola makan yang tidak seimbang dan asupan zat gizi makro yang tidak sesuai kebutuhan dapat berdampak pada status gizi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah siswa kelas X dan XI SMA N 9 Manado, dengan sampel sebanyak 48 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan formulir semi Food Frequency Questionnare (FFQ), serta penguku...
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Pola makan yang tidak seimbang dan asupan zat gizi makro yang tidak sesuai kebutuhan dapat berdampak pada status gizi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah siswa kelas X dan XI SMA N 9 Manado, dengan sampel sebanyak 48 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan formulir semi Food Frequency Questionnare (FFQ), serta pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Sebagian besar remaja memiliki asupan zat gizi makro kategori kurang, khususnya pada karbohidrat (85,4%) dan lemak (79,2%). Pola makan menunjukkan konsumsi makanan pokok sangat tinggi (100%), namun konsumsi sayur, buah, makanan nabati dan susu relatif rendah. Status gizi menunjukkan 43,7% responden memiliki gizi normal, 25% gizi lebih dan 29,2% obesitas.
Pola makan remaja di SMA N 9 Manado cenderung tidak seimbang dan kurang bervariasi. Status gizi menunjukkan proporsi gizi lebih dan obesitas yang cukup tinggi. Diperlukan upaya edukasi dan intervensi promotif untuk meningkatkan kesadaran gizi dan pola hidup sehat di kalangan remaja.