Tingkat Kesukaan Cookies Labu Kuning Mix Daun Kelor Pada Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado
JR
Jeflyn Ratu LumbuPenulis
AB
Ana Barnetje MontolDosen pembimbing
PS
Phembriah S. KerehDosen pembimbing
- Tahun terbit
- 2025
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI GIZI 2025
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 68 Hal: Ilustrasi; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 6 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Jeflyn Ratu Lumbu
Abstrak
Cookies adalah produk makanan ringan yang umumnya dibuat dari tepung terigu, margarin, gula, dan telur, serta dapat divariasikan dengan penambahan bahan pangan lokal bergizi untuk meningkatkan nilai fungsional produk. Salah satu alternatif bahan lokal yang dapat digunakan adalah labu kuning dan daun kelor. Labu kuning (Cucurbita moschata) mengandung beta karoten, vitamin, serta serat pangan yang baik bagi kesehatan tubuh. Sedangkan daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai superfood yang kaya akan vitamin A, C, kalsium, zat besi, dan antioksidan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan cookies yang diformulasikan menggunakan labu kuning Mix daun kelor pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado. Rancangan penelitian menggunakan uji organoleptik dengan desain penelitian deskriptif dan menerapkan tiga taraf perlakuan berbeda yaitu P1 (50 g labu kuning : 5 g daun kelor), P2 (75 g labu kuning : 10 g daun kelor), dan P3 (100 g labu kuning : 15 g daun kelor). Panelis agak terlatih terdiri dari 15 mahasiswa yang memenuhi kriteria: tidak sedang sakit, tidak merokok, bersedia menjadi panelis, dan dapat mengikuti uji organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi hasil uji organoleptik menunjukkan preferensi tertinggi pada beberapa parameter untuk masing-masing taraf perlakuan. Secara rata-rata, taraf perlakuan P1 menunjukkan tingkat kesukaan yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Namun, semua perlakuan memiliki tingkat kesukaan yang signifikan oleh konsumen. Hasil ini menunjukkan bahwa Cookies labu kuning mix daun kelor dapat diterima secara organoleptik oleh mahasiswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan cookies yang diformulasikan menggunakan labu kuning Mix daun kelor pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado. Rancangan penelitian menggunakan uji organoleptik dengan desain penelitian deskriptif dan menerapkan tiga taraf perlakuan berbeda yaitu P1 (50 g labu kuning : 5 g daun kelor), P2 (75 g labu kuning : 10 g daun kelor), dan P3 (100 g labu kuning : 15 g daun kelor). Panelis agak terlatih terdiri dari 15 mahasiswa yang memenuhi kriteria: tidak sedang sakit, tidak merokok, bersedia menjadi panelis, dan dapat mengikuti uji organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi hasil uji organoleptik menunjukkan preferensi tertinggi pada beberapa parameter untuk masing-masing taraf perlakuan. Secara rata-rata, taraf perlakuan P1 menunjukkan tingkat kesukaan yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Namun, semua perlakuan memiliki tingkat kesukaan yang signifikan oleh konsumen. Hasil ini menunjukkan bahwa Cookies labu kuning mix daun kelor dapat diterima secara organoleptik oleh mahasiswa.
Berkas
Baca
Akses terbuka
Baca
Eksemplar fisik & reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A
KTI GIZI 2025
KTI-GIZI000232025
Tersedia