Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, termasuk mahasiswa, yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan produktivitas. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan zat besi, vitamin C, dan antioksidan yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai bahan pangan fungsional untuk pencegahan anemia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan sosis daun kelor pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado. Rancangan penelitian men...
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri, termasuk mahasiswa, yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan produktivitas. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan zat besi, vitamin C, dan antioksidan yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai bahan pangan fungsional untuk pencegahan anemia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan sosis daun kelor pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado. Rancangan penelitian menggunakan uji organoleptik dengan desain penelitian deskriptif dan menerapkan dua taraf perlakuan berbeda yaitu P1 (30 gram daun kelor) P2 (60 gram daun kelor) Panelis tidak terlatih terdiri dari 25 mahasiswa putri yang memenuhi kriteria: tidak sedang sakit, tidak merokok, bersedia menjadi panelis, dan dapat mengikuti uji organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji organoleptik menunjukkan nilai tertinggi pada beberapa parameter untuk masing-masing taraf perlakuan. Secara rata-rata, taraf perlakuan P1 menunjukkan tingkat kesukaan yang lebih tinggi dari pada perlakuan P2. Namun, semua perlakuan disukai oleh panelis. Hasil ini menunjukkan bahwa sosis daun kelor dapat diterima secara organoleptik oleh remaja putri.