Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan energi dan status gizi pada remaja kelas X di SMK Trinita Manado. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 22 siswa. Asupan energi dikumpulkan menggunakan metode food recall 2x24 jam dan dianalisis menggunakan perangkat lunak NutriSurvey, kemudian dibandingkan denga...
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan energi dan status gizi pada remaja kelas X di SMK Trinita Manado. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 22 siswa. Asupan energi dikumpulkan menggunakan metode food recall 2x24 jam dan dianalisis menggunakan perangkat lunak NutriSurvey, kemudian dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan Permenkes No. 28 Tahun 2019. Status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sesuai standar WHO dan Permenkes No. 2 Tahun 2020.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan energi dalam kategori baik (90–119% AKG) sebanyak 63,6%, sedangkan 27,3% kekurangan asupan energi dan 9,1% kelebihan energi. Untuk status gizi, 59,1% responden memiliki status gizi baik, 13,6% gizi kurang, 18,2% gizi lebih, dan 9,1% obesitas. Sebanyak 45,5% responden memiliki asupan energi dan status gizi yang sama-sama baik. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara kecukupan energi dengan status gizi. Namun, terdapat pula kasus di mana asupan energi tidak sepenuhnya mencerminkan status gizi, yang mengindikasikan kemungkinan pengaruh faktor lain seperti aktivitas fisik dan metabolisme tubuh.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar remaja di SMK Trinita Manado memiliki asupan energi dan status gizi yang baik. Penelitian ini dapat menjadi dasar intervensi gizi dan pendidikan kesehatan di kalangan remaja sekolah