Limbah kulit pisang merupakan hasil samping dari konsumsi buah pisang yang umumnya dibuang, padahal mengandung serat pangan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk inovatif berupa brownies tinggi serat dengan memanfaatkan tepung kulit pisang sebagai bahan subtitusi sebagian tepung terigu, serta mengetahui tingkat kesukaan konsumen melalui uji organoleptik.
Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 20 p...
Limbah kulit pisang merupakan hasil samping dari konsumsi buah pisang yang umumnya dibuang, padahal mengandung serat pangan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk inovatif berupa brownies tinggi serat dengan memanfaatkan tepung kulit pisang sebagai bahan subtitusi sebagian tepung terigu, serta mengetahui tingkat kesukaan konsumen melalui uji organoleptik.
Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 20 panelis agak terlatih dari Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado. Dua formula brownies diuji berdasarkan parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil uji menunjukkan bahwa formula kedua lebih disukai dari segi warna dan aroma, sedangkan formula pertama unggul dalam tekstur dan rasa.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung kulit pisang berpotensi sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan camilan sehat yang tinggi serat dan ramah lingkungan. Diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan cita rasa dan penerimaan konsumen secara lebih luas.