Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di seluruh dunia. Penaganannya selain farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan melalui non-farmakologis, seperti terapi rendam kaki menggunakan air hangat. Penambahan bahan alami seperti garam dan serai diyakini dapat meningkatkan efektivitas terapi ini, terutama melalui relaksasi serta pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi). Tujuan: untuk mengetahui efektivita...
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di seluruh dunia. Penaganannya selain farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan melalui non-farmakologis, seperti terapi rendam kaki menggunakan air hangat. Penambahan bahan alami seperti garam dan serai diyakini dapat meningkatkan efektivitas terapi ini, terutama melalui relaksasi serta pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi). Tujuan: untuk mengetahui efektivitas rendam kaki air hangat dengan garam dan serai dibandingkan rendam kaki air hangat saja terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment pendekatan Randomized Controlled Trial dua kelompok. Sampel berjumlah 60 responden yang dibagi secara acak ke dalam kelompok intervensi (rendam kaki air hangat dengan garam dan serai) dan kelompok kontrol (rendam kaki air hangat). Intervensi dilakukan selama 6 sesi dalam 2 minggu. Analisis menggunakan uji Wilcoxon untuk perbedaan sebelum-sesudah dan uji Mann-Whitney untuk perbedaan antar kelompok. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan secara statistik (p-value < 0,001 untuk sistolik maupun diastolik), dengan rata-rata penurunan sistolik sebesar 6,26 mmHg dan diastolik sebesar 5,27 mmHg. Pada kelompok kontrol juga terjadi penurunan signifikan secara statistik (p-value 0,005 untuk sistolik dan 0,002 untuk diastolik), dengan rata-rata penurunan sistolik sebesar 1,07 mmHg dan diastolik sebesar 1,34 mmHg. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p-value < 0,001), di mana penurunan tekanan darah pada kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Terapi rendam kaki air hangat dengan garam dan serai lebih efektif dibandingkan rendam kaki air hangat.