Lansia adalah seseorang dengan usia 60 tahun ke atas. Pada lansia terjadi proses penuaan yang merupakan proses fisiologis. Hipertensi pada lansia terjadi akibat proses penuaaan serta kurangnya aktivitas fisik yang dapat dicegah dengan berolahraga secara teratur dan menjaga pola hidup sehat. Brisk walking exercise merupakan latihan aerobik intensitas sedang yaitu berjalan kaki dengan kecepatan lebih cepat dari biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brisk walking exercise ter...
Lansia adalah seseorang dengan usia 60 tahun ke atas. Pada lansia terjadi proses penuaan yang merupakan proses fisiologis. Hipertensi pada lansia terjadi akibat proses penuaaan serta kurangnya aktivitas fisik yang dapat dicegah dengan berolahraga secara teratur dan menjaga pola hidup sehat. Brisk walking exercise merupakan latihan aerobik intensitas sedang yaitu berjalan kaki dengan kecepatan lebih cepat dari biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brisk walking exercise terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Werdha Senja Cerah Paniki Bawah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pre experimental design one group pretest-posttest design, dengan populasi 48 yang dilakukan pada sampel sebanyak 20 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengukuran tekanan darah pada lansia dengan menggunakan tensi digital dan analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil data rata-rata pretest tekanan darah sistolik yaitu 145,95 dan posttest 135,70 dan hasil rata-rata pretest tekanan darah diastolik yaitu 89,30 dan posttest 82,30. Hasil uji Wilcoxon menunjukan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan p-value < 0,001, α = 0,05 (p < α) yang artinya brisk walking exercise terbukti berpengaruh untuk menurunkan tekanan darah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa brisk walking exercise berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi di Panti Werdha Senja Cerah Paniki Bawah. Diharapkan penelitian selanjutnya dengan sampel yang lebih besar, durasi intervensi yang lebih bervariasi, serta mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi tekanan darah, seperti pola makan dan penggunaan obat.