Komplikasi utama yang menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu adalah perdarahan setelah melahirkan, hipertensi selama kehamilan dan juga Infeksi. Berdasarkan data PWS/KIA Puskesmas Ranomuut tahun 2024 ditemukan masalah cakupan peserta KB aktif yang masih rendah, yaitu hanya 1.098 (17,05%), jauh di bawah target nasional sebesar 75%. Tujuan penelitian adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana secara komprehensif pada Ny...
Komplikasi utama yang menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu adalah perdarahan setelah melahirkan, hipertensi selama kehamilan dan juga Infeksi. Berdasarkan data PWS/KIA Puskesmas Ranomuut tahun 2024 ditemukan masalah cakupan peserta KB aktif yang masih rendah, yaitu hanya 1.098 (17,05%), jauh di bawah target nasional sebesar 75%. Tujuan penelitian adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana secara komprehensif pada Ny. C.W di Puskesmas Ranomuut Kecamatan Paal Dua Kota Manado pada Agustus sampai maret 2025. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan manajemen asuhan kebidanan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian metode SOAP.
Hasil penelitian diperoleh Ny. C.W. kehamilannya berlangsung normal sampai umur kehamilan 39 minggu telah dilakukan kunjungan selama kehamilan sebanyak 6 kali. Proses persalinan berlangsung aman hingga lahir bayi perempuan dengan BBL 3.400 gram, PBL 50 cm, LK 35 cm, AS 8-9. Kunjungan neonatus sebanyak 3 kali, dan kunjungan nifas sebanyak 4 kali berjalan normal Ny. C.W menjadi akseptor KB suntik 3 bulan. Diberikan layanan komplementer seperti prenatal yoga, endorphin massage, pijat oksitosin dan baby massage. Kesimpulan peneliti dapat menerapkan asuhan kebidanan komprehensif menggunakan asuhan kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP selama kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, keluarga berencana pada Ny.C.W. Saran kepada responden agar meningkatkan kesadaran dan lebih kooperatif dalam memeriksakan diri ke tenaga kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan dalam pelaksanaan program KB untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi secara optimal.