Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Kematian tersebut dapat terjadi pada masa kehamilan, bersalin, dan nifas. Walaupun kehamilan merupakan proses yang fisiologis atau alamiah tetapi dapat berpotensi menjadi patologis. Di Puskesmas Tateli tahun 2023 cakupan kunjungan keempat ibu hamil (K4) sebanyak 205 (63,5%) di bawah target nasional yaitu 95%, cakupan kunjungan keeman ibu hamil (K6) sebanyak 65 (20,1%) di bawah target nasional yaitu 90% Tujuan penelitian ini untuk menerapkan ...
Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Kematian tersebut dapat terjadi pada masa kehamilan, bersalin, dan nifas. Walaupun kehamilan merupakan proses yang fisiologis atau alamiah tetapi dapat berpotensi menjadi patologis. Di Puskesmas Tateli tahun 2023 cakupan kunjungan keempat ibu hamil (K4) sebanyak 205 (63,5%) di bawah target nasional yaitu 95%, cakupan kunjungan keeman ibu hamil (K6) sebanyak 65 (20,1%) di bawah target nasional yaitu 90% Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. D.W di Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa(Tateli,2024).
Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan dan pendokumentasian metode SOAP. Subjek penelitian Ny. D.W didampingi saat hamil, bersalin, BBL, Nifas dan KB sejak Agustus 2024 sampai Maret 2025.
Hasıl penelitian asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.D.W umur 20 tahun G1P0A0 selama kehamilan trimester II dengan keluhan nyeri punggung, trimester III sering BAK dan nyeri punggung, proses persalinan normal hingga lahir bayi Laki-laki, A/S 8-9 dengan BBL: 2.800 gram dan PB: 48 cm, kunjungan neonatus dan nifas berjalan normal kontraksi baik, TFU dan pengeluaran lochea sesuai masa nifas, dan menjadi akseptor KB suntik 3 bulan. Selama masa kehamilan sampai nifas telah diberikan asuhan komplementer ,pijat effleurage, baby massage, dan pijat oksitosin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif ini didapat dengan melakukan asuhan kebidanan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan kasus secara dini, tidak ditemukan adanya penyulit dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, dan keluarga berencana. Saran kepada responden agar meningkatkan pengetahuan dan lebih kooperatif dalam memeriksakan diri ke tenaga kesehatan selama masa kehamilan, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan pelaksanaan program keluarga berencana.