Derajat keasaman (pH) saliva merupakan faktor penting yang berperan dalam rongga mulut. Saliva dapat berfungsi dengan baik maka susunan serta sifat dari saliva harus tetap terjaga dalam keseimbangan yang optimal, khususnya derajat keasaman. Salah satu penyebab ketidakseimbangan saliva adalah pemilihan minuman bersoda. Kebanyakan, minuman ringan mengandung zat asam dan memiliki pH 3,0 atau lebih rendah sehingga dapat menyebabkan demineralisasi pada jaringan keras gigi. Minuman ringan (soft drink)...
Derajat keasaman (pH) saliva merupakan faktor penting yang berperan dalam rongga mulut. Saliva dapat berfungsi dengan baik maka susunan serta sifat dari saliva harus tetap terjaga dalam keseimbangan yang optimal, khususnya derajat keasaman. Salah satu penyebab ketidakseimbangan saliva adalah pemilihan minuman bersoda. Kebanyakan, minuman ringan mengandung zat asam dan memiliki pH 3,0 atau lebih rendah sehingga dapat menyebabkan demineralisasi pada jaringan keras gigi. Minuman ringan (soft drink) adalah adalah minuman berkarbonasi yang diberi tambahan berupa bahan perasa dan pemanis seperti gula. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi minuman bersoda terhadap pH saliva.
Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan One Group pretest-postest, penelitian ini dilaksanakan pada minggu ke tiga bulan Mei 2025 diruang kelas VII SMP Negeri 7 Manado. Jumlah populasi sebanyak 297 orang, besar sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dengan metode purposive sampling berjumlah 73 orang. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengukuran pH Universal test, format penilaian pH saliva sebelum dan sesudah mengonsumsi minuman bersoda. Analisa data menggunakan uji statistic non parametrik dengan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai pH saliva sebelum mengonsumsi minuman bersoda 6,45 dan nilai pH saliva setelah mengonsumsi minuman bersoda 5,29 memiliki selisih penurunan pH saliva sebanyak 1,16. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi minuman bersoda terhadap perubahan pH saliva pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Manado, sehingga dapat disimpulkan konsumsi minuman bersoda dapat menurunkan pH saliva.