Pemberian tepid sponge air hangat pada perawatan anak kejang demam dengan masalah hipertermi menggunakan teori kolcaba di IRDA RSUP. Prof. D. R. Kandou Manado
Latar belakang : Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada anak dan bayi, diakibatkan karena adanya perubahan fungsi pada otak secara mendadak. Kejang ini biasa terjadi secara singkat dan sementara, disebabkan karena adanya pelepasan listrik serebral yang berlebih. Kejang demam biasanya terjadi pada suhu tubuh >38℃ yang diakibatkan karena adanya proses eksrakranial, sering dialami oleh anak bahkan bayi dan kemungkinan dapat berulang. Jika kejang demam tidak ditangani dengan cepat dan tepat...
Latar belakang : Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada anak dan bayi, diakibatkan karena adanya perubahan fungsi pada otak secara mendadak. Kejang ini biasa terjadi secara singkat dan sementara, disebabkan karena adanya pelepasan listrik serebral yang berlebih. Kejang demam biasanya terjadi pada suhu tubuh >38℃ yang diakibatkan karena adanya proses eksrakranial, sering dialami oleh anak bahkan bayi dan kemungkinan dapat berulang. Jika kejang demam tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka demam dapat membahayakan keselamatan anak sehingga dapat menimbulkan lain (Kejang dan penurunan kesadaran). prevalensi kejang demam pada anak di Indonesia mengalami peningkatan dari 3,5% pada tahun 2013 menjadi 5% pada tahun 2023. catatan dalam medical record di IRDA Prof. Dr. R. D. Kandou banyak ditemui pasien anak dan bayi kejang demam dengan masalah hipertermia. Berdasrkan hasil wawancara dengan perawat di ruangan IRDA dengan data kejang demam pada anak dengan masalah hipertermia yang mengalami penurunan selama 3 bulan terakhir yaitu bulan Desember sebanyak 50 anak dengan kejang demam, bulan januari yaitu 20 anak dengan kejang demam, dan pada bulan februari yaitu 17 dengan total 87 anak dengan kejang demam pada anak, Tujuan : Untuk mengetahui implementasi pemberian Tepid sponge air hangat pada perawatan anak kejang demam dengan masalah hipertermi menggunakan teori keperawatan kolcaba di IRDA RSUP. Prof. R. D. Kanadou Manado Metode : Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode study kasus (Case Study). Penelitian dilakukan di ruangan Instalasi Rawat Darurat Anak (IRDA) manado pada Juli Berdasrkan kriteria inklusi dan eksklusi, ditetapkan 4 sampel. Hasil : Terdapat pengaruh suhu tubuh pada 4 responden dengan menggunakan tepid sponge air hangat pada hari pertama sampai ketiga. Kesimpulan : Pemberian Tepid Sponge air hangat dapat menurunkan suhu tubuh pasien kejang demam dengan masalah hipertermi di Instalasi Rawat Darurat Anak Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado