Aplikasi Evidence Based Nursing Resusitasi Cairan Dan Passive Leg Raising Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Syok Hipovolemik Dengan Pendekatan Teori Virgina Henderson Di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Latar Belakang: Perawatan syok hipovolemik di IGD harus cepat dilakukan untuk mengatasi kehilangan cairan yang cepat dan memulihkan volume intravaskular selain itu juga tujuan dari perawatan syok hipovolemik untuk meningkatkan status hemodinamik pasien. Penanganan syok hipovolemik dilakukan dengan cara resusitasi cairan. Tujuan: Penelitian ini untuk mendapat gambaran tindakan resusitasi cairan dan passive leg raising terhadap status hemodinamik pada pasien syok hipovolemik Metode: Penelitian ini...
Latar Belakang: Perawatan syok hipovolemik di IGD harus cepat dilakukan untuk mengatasi kehilangan cairan yang cepat dan memulihkan volume intravaskular selain itu juga tujuan dari perawatan syok hipovolemik untuk meningkatkan status hemodinamik pasien. Penanganan syok hipovolemik dilakukan dengan cara resusitasi cairan. Tujuan: Penelitian ini untuk mendapat gambaran tindakan resusitasi cairan dan passive leg raising terhadap status hemodinamik pada pasien syok hipovolemik Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus pada 4 responden dan dilakukan intervensi selama 3 jam untuk melihat perubahan pada status hemodinamik pasien. Melalui proses perawatan teori Virginia Henderson. Hasil: Setelah dilakukan intervensi resusitasi cairan dan passive leg raising terdapat pengaruh secara bermakna terhadap status hemodinamik, yang dimana TD, MAP, HR, RR, SPO2 kembali ke batas normal. Kesimpulan: Tindakan resusitasi cairan dan Passive leg raising pada pasien syok hipovolemik dapat menstabilkan status hemodinamik dengan hasil terjadi peningkatan tekanan darah, frekuensi nadi menurun, MAP kembali ke batas normal