Penerapan Mobilisasi Progresif Level 1 Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Kritis Melalui Pendekatan Teori Konservasi Levine Di Intensive Care Unit RSUP Prof Dr.R.D. Kandou Manado
Latar Belakang: Masalah status hemodinamik umumnya dialami oleh semua pasien yang dirawat di ICU, disebabkan karena imobilisasi. Diduga penerapan mobilisasi progresif level-1 dapat menstabilkan status hemodinamik. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran penerapan mobilisasi progresif level-1 terhadap status hemodinamik pada pasien kritis melalui pendekatan Teori Konservasi Levine Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada empat subjek pasien kritis yang dilakukan tin...
Latar Belakang: Masalah status hemodinamik umumnya dialami oleh semua pasien yang dirawat di ICU, disebabkan karena imobilisasi. Diduga penerapan mobilisasi progresif level-1 dapat menstabilkan status hemodinamik. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran penerapan mobilisasi progresif level-1 terhadap status hemodinamik pada pasien kritis melalui pendekatan Teori Konservasi Levine Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada empat subjek pasien kritis yang dilakukan tindakan mobilisasi progresif level-1 selama 30 menit dilanjutkan dengan pengukuran hemodinamik: TD, MAP,HR, RR, SB, SpO2 sebelum dan sesudah intervensi melalui pendekatan Konservasi Levine. Hasil: sebelum dilakukan tindakan mobilisasi progresif level-1 yaitu nilai rata-rata tekanan darah sistolik 115,83, tekanan darah diastolic 74,67, nilai rata-rata MAP : 83,50 nilai rata-rata nadi 80,00 nilai rata-rata RR 18,83 nilai raia-rata SB 36,32 dan nilai rata-rata Spo2 97,33 Dan setelah dilakukan tindakan mobilisasi progresif level-1 nilai rata-ratanya menjadi nilai rata-rata tekanan darah sistolik 120.00, tekanan darah diastolic 75.00, nilai rata-rata nadi 83,50 nilai rata-rata MAP 84.67, nilai rata-rata RR 18,83 nilai raia-rata SB 36,75 dan nilai rata-rata Spo2 98,17 Kesimpulan Mobilisasi Progresif Level-1 melalui pendekatan teori konservasi levine dapat memberikan efek stabilisais terhadap status hemodinamik pada pasien kritis di ICU bawah dengan hasil menujukkan dalam batas normal