Implementasi Pemberian Aromaterapi Pepermint Pada Anak Dengan Bronkopneumonia Melalui Pendekatan Teori Konservasi Levine Diruangan Pediatric Intensive Care Unit RSUP. Prof. Dr. R. D Kandou Manado
Latar belakang: Bronkopneumonia adalah penyakit radang organ pernapasan yang mempengaruhi satu atau lebih lobus paru -paru, ditandai dengan bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Staphylococcus aureus dan influenza adalah penyebab bronkopneumonia yang memasuki aliran udara, di mana peradangan terjadi pada bronkus dan alveoli. Bronkopneumonia menjadi masalah kesehatan didunia yang terjadi pada anak. Anak-anak merupakan golongan usia yang lebih rentan terhadap penyakit ka...
Latar belakang: Bronkopneumonia adalah penyakit radang organ pernapasan yang mempengaruhi satu atau lebih lobus paru -paru, ditandai dengan bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Staphylococcus aureus dan influenza adalah penyebab bronkopneumonia yang memasuki aliran udara, di mana peradangan terjadi pada bronkus dan alveoli. Bronkopneumonia menjadi masalah kesehatan didunia yang terjadi pada anak. Anak-anak merupakan golongan usia yang lebih rentan terhadap penyakit karena organ tubuh mereka belum berfungsi dengan optimal. Bronkopneumonia menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi yang terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Pada tahun 2021 cakupan penemuan kasus bronkopneumonia pada anak di Indonesia yakni sebesar 31,4%. Angka kematian yang diakibatkan oleh bronkopneumonia pada balita sebesar 0,16%. Berdasarkan data yang didapatkan pada tahun 2024, di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) ditemui ada 108 kasus mengenai bronkopneumonia. Tujuan: Untuk mengetahui implementasi pemberian aromaterapi peppermint pada anak dengan bronkopneumonia melalui pendekatan teori konservasi levine diruangan pediatric intensive care unit (PICU) RSUP. Prof. DR. R. D Kandou Manado. Metode: Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study). penelitian dilakukan diruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado pada 9 Juli – 11 Juli 2025. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ditetapkan 4 sampel. Dilakukan intervensi pemberian aromaterapi peppermint 1x dalam sehari selama 10-30 menit dan dilakukan intervensi selama 3 hari. Hasil: Adanya pengaruh perbaikan masalah bersihan jalan napas setelah dilakukan intervensi pemberian aromaterapi peppermint pada 4 responden, dapat dilihat dari perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen (Spo2) dari hari pertama sampai ketiga. Dibuktikan dengan rata-rata nilai frekuensi napas sebelum penerapan intervensi yaitu 42.67, sesudah penerapan 39.17 dan rata-rata nilai saturasi oksigen sebelum penerapan 96.17, sesudah penerapan 97.83. Kesimpulan: Implementasi pemberian aromaterapi peppermint dapat membantu anak untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif