Penerapan Terapi Uap Air Panas Dan Minyak Kayu Putih Pada Anak Bronkopneumonia Dengan Masalah Keperawatan Berasihan Jalan Napas Tidak Efektif Melalui Pendekata Teori Konservasi Levine Di Ruangan Pediatric Intensif Care Unit RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado
Latar Belakang : Bronkopneumonia adalah penyakit peradangan pada sistem pernapasan yang memengaruhi satu atau lebih lobus paru-paru dan ditandai dengan infiltrasi bercak oleh bakteri, virus, dan jamur. Patogen bronkopneumonia adalah bakteri yang disebut Staphylococcus aureus dan Haemophilus influenza, yang memasuki saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan pada bronkus dan alveoli. Menurut data WHO tahun 2022, Sekitar 800.000 hingga 2 juta anak meninggal akibat bronkopneumonia setiap tahun....
Latar Belakang : Bronkopneumonia adalah penyakit peradangan pada sistem pernapasan yang memengaruhi satu atau lebih lobus paru-paru dan ditandai dengan infiltrasi bercak oleh bakteri, virus, dan jamur. Patogen bronkopneumonia adalah bakteri yang disebut Staphylococcus aureus dan Haemophilus influenza, yang memasuki saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan pada bronkus dan alveoli. Menurut data WHO tahun 2022, Sekitar 800.000 hingga 2 juta anak meninggal akibat bronkopneumonia setiap tahun. Data yang diperoleh dari ruangan Pediatric Intensif Care Unit (PICU) RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado, pada bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2024 ditemui sebanyak 108 kasus bronkopneumonia pada anak. Tujuan : Untuk Menerapkan Terapi Uap Air Panas Dan Minyak Kayu Putih Pada Anak Bronkopneumonia Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Melalui Pendekatan Teori Konservasi Levine Di Ruangan Pediatric Intensif Care Unit (PICU) RSUP Prof. Dr.R.D. Kandou Manado. Metode : Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Penelitian ini dilakukan diruangan Pediatric Intensife Care Unit (PICU) RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado pada 2 Juni – 8 Juni 2025. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ditetapkan 4 sampel. Dilakukan intervensi pemberian terapi uap air panas dan minyak kayu putih 1x dalam sehari selama 10-15 menit dan dilakukan intervensi selama 3 hari. Hasil : terdapat pegaruh perbaikan masalah bersihan jalan napas setelah penerapan intervensi terapi uap air panas dan minyak kayu putih pada 4 responden dan dapat dilihat dari perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen (Spo2) dari hari pertama sampai hari ketiga. Dibuktikan dengan rata-rata nilai RR sebelum penerapan intervensi yaitu 40,83, sesudah penerapan 39 dan rata-rata nilai Spo2 sebelum penerapan 93,58, sesudah penerapan 94,17. Kesimpulan : Penerapan terapi uap air panas dan minyak kayu putih dapat membantu anak untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas