Aplikasi Evidence Based Nursing Effleurage Massage Technique terhadap Nyeri Persalinan Kala Satu Fase Aktif dengan Pendekatan Katharine Kolcaba di Instalasi Rawat Darurat Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Kota Manado
Pendahuluan: Effleurage massage merupakan teknik non farmakologi yang dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan kala satu fase aktif pada ibu melahirkan. Tujuan: Penelitian ini untuk membuktikkan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri pada proses persalinan kala satu fase aktif dengan pendekatan Kolcaba. Metoda: Penelitian adalah deskriptif analitik yaitu studi kasus dimana penelitian berkaitan dengan mencari tahu ciri ataupun sikap maupun pola kelompok tertentu. Effleurage massage diterapk...
Pendahuluan: Effleurage massage merupakan teknik non farmakologi yang dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan kala satu fase aktif pada ibu melahirkan. Tujuan: Penelitian ini untuk membuktikkan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri pada proses persalinan kala satu fase aktif dengan pendekatan Kolcaba. Metoda: Penelitian adalah deskriptif analitik yaitu studi kasus dimana penelitian berkaitan dengan mencari tahu ciri ataupun sikap maupun pola kelompok tertentu. Effleurage massage diterapkan selama 1 x 8 jam dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam waktu 10 menit saat terjadi kontraksi dengan frekuensi 6 kali usapan dari bahu sampai ke tulang ekor dan 18 kali usapan kecil menggunakan ibu jari menuruni tulang belakang dan kembali lagi mengusap dari bahu sampai ke tulang ekor sebanyak 6 kali usapan. Hasil: Terdapat perbedaan skala nyeri responden sebelum dan sesudah dilakukan tindakan effleurage massage masing-masing responden pertama skala 9 menjadi 7, responden kedua dan ketiga skala 8 menjadi 7, dan responden keempat skala 9 menjadi 8. Kesimpulan: Teknik non farmakologi effleurage massage yang dilakukan pada ibu bersalin kala satu fase aktif efektif karena dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan pada kala satu fase aktif dengan cara yang sederhana, praktis, dan dapat digunakan oleh tenaga kesehatan sebagai intervensi yang aman bagi pasien