Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Image of Aplikasi Evidance Based Nursing Terapi Dingin Cryotherapy Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Fraktur Tertutup Dengan Pendekatan Teori Katharine Kolcaba Di IGD Trauma RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado
Karya Ilmiah Akhir Ners Akses terbatas 2025

Aplikasi Evidance Based Nursing Terapi Dingin Cryotherapy Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Fraktur Tertutup Dengan Pendekatan Teori Katharine Kolcaba Di IGD Trauma RSUP Prof. Dr.R.D Kandou Manado

Tahun terbit
2025
Jenis naskah
Karya Ilmiah Akhir Ners
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KIA Ners 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiii, 103 Hal: Ilustrasi; 29 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
43 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Intan Karunia Lombok

Abstrak

Latar Belakang: Fraktur merupakan istilah dari hilangnya kontinuitas tulang, baik yang bersifat total maupun sebagian yang biasanya disebabkan oleh trauma, terjadinya suatu fraktur total atau sebagian ditentukan oleh kekuatan, sudut dan tenaga, keadaan tulang, serta jaringan lunak di sekitar tulang. Penderita fraktur biasanya mendapatkan dampak negatif yaitu nyeri, akibat dari penyakit yang dideritanya tersebut. Mengatasi masalah nyeri pada pasien fraktur dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara farmakologis dan secara non farmakologis. Terapi dingin (cold teraphy) merupakan terapi modalitas yang dapat menyerap suhu jaringan sehingga terjadi penurunan suhu jaringan melewati mekanisme konduksi. Efek fisiologisterapi dingin (cold teraphy) disebabkan oleh penurunan suhu jaringan yang mencetuskan perubahan hemodinamislokal dan sistemik serta adanya respon neuromuscular. Tujuan: Menganalisa Evidance Based Nursing (EBN) efektifitas terapi dingin cryotherapy terhadap penurunan skala nyeri pada pasien fraktur tertutup dengan pendekatan teori Katharine Kolcaba di IGD Trauma RSUP Prof DR.R.D. Kandou Manado. Metode: Desain pada penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus sebanyak 4 responden pasien fraktur tertutup berdasarkan kriteria inklusif dan ekslusif. Hasil: Pasien pertama mengalami fraktur femur dan mengeluhkan nyeri berat pada skala 5 saat tiba di IGD. Setelah intervensi cryotherapy, nyeri berkurang menjadi skala 3. Pasien kedua, datang ke IGD mengeluh nyeri setelah kecelakaan lalu lintas (skala 7) dan berkurang menjadi 5 pasca terapi. Pasien ketiga, yang mengalami trauma langsung pada ekstremitas bawah, mencatat penurunan skala nyeri dari 5 menjadi 3. Sementara itu, pasien keempat dengan fraktur femur menunjukkan penurunan skala nyeri dari 6 ke 4. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cryotherapy merupakan intervensi non farmakologis yang efektif, praktis, dan dapat diandalkan dalam pelayanan gawat darurat. Keberhasilan penerapan pada keempat pasien menunjukkan pentingnya mempertimbangkan aspek kenyamanan dalam perencanaan intervensi keperawatan.

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Bab 1 Akses terbuka · BAB I Baca
Bab 2 Khusus anggota · BAB II Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · BAB III Baca
Bab 4 Khusus anggota · BAB IV Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · BAB V Baca
Halaman Pembuka Akses terbuka Baca
DAFTAR PUSTAKA Akses terbuka Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KIA Ners 2025
KIAN000342025
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar