Penerapan Slow deep Breathing Terhadap Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Ringan (CKR) Dendan Pendekatan Teori Kolcaba Di Instalasi Gawat Darurat Trauma RSUPUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manando
Latar belakang : Cedera kepala atau disebut Traumatic Brain Injury (TBI), merupakan suatu bentuk cedera otak yang terjadi ketika trauma mendadak yang menyebabkan kerusakan pada otak. Cedera kepala ringan umumnya ditandai dengan kehilangan kesadaran singkat (kurang dari 30 menit), mual, muntah, pusing, pandangan kabur, dan gangguan konsentrasi atau daya ingat dan nyeri kepala. Pasien juga dapat mengalami disorientasi, kelelahan, serta perubahan suasana hati yang ringan. Penatalaksanaan yang dapat...
Latar belakang : Cedera kepala atau disebut Traumatic Brain Injury (TBI), merupakan suatu bentuk cedera otak yang terjadi ketika trauma mendadak yang menyebabkan kerusakan pada otak. Cedera kepala ringan umumnya ditandai dengan kehilangan kesadaran singkat (kurang dari 30 menit), mual, muntah, pusing, pandangan kabur, dan gangguan konsentrasi atau daya ingat dan nyeri kepala. Pasien juga dapat mengalami disorientasi, kelelahan, serta perubahan suasana hati yang ringan. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien cedera kepala ringan dengan nyeri dapat menggunakan terapi non farmakologis salah satu relaksasi yang digunakan adalah dengan slow deep breathing. Tujuan : untuk mengetahui penerapan slow deep breathing terhadap perubahan skala nyeri pada pasien CKR menggunakan pendekatan kolcabaa. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil : slow deep breathing berpengaruh untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan cedera kepala ringan (CKR). Kesimpulan : penerapan slow deep breathing efektif terhadap penurunan nyeri pada pasien dengan cedera kepala ringan