PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Pencarian Spesifik
PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Image of Penerapan Posisi Passive Leg Raising dalam Meningkatkan Tekanan Darah Menggunakan Teori Henderson Pada Pasien Syok Hipovolemik di Instalasi Gawat Darurat Resusitasi  RSUP. Prof. Dr. R.D Kandou Manado
0X Dilihat
Karya Ilmiah Akhir Ners

Penerapan Posisi Passive Leg Raising dalam Meningkatkan Tekanan Darah Menggunakan Teori Henderson Pada Pasien Syok Hipovolemik di Instalasi Gawat Darurat Resusitasi RSUP. Prof. Dr. R.D Kandou Manado

Nurseha S. Djaafar
Dosen Pembimbing
Herman J. Warouw
Dosen Pembimbing
Rahmawati Inggrit Yunus
Pengarang
Citation Model
Citation Style

APA Style

Karya Ilmiah Akhir Ners
2025
Indonesia
Akses Terbatas

Abstrak

Latar Belakang: Hipovolemia merupakan suatu kondisi penurunan volume cairan intravaskular, interstisial dan intraselular dengan tanda gejala mayor nadi meningkat dan teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membrane mukosa kering, volume urin menurun dan hematokrit meningkat. Tujuan: untuk menerapkan posisi Passive Leg Raising dengan menggunakan teori Henderson. Metode: Wawancara, Observasi dan Pemeriksaan fisik dengan pendekatan studi kasus pada empat r... Latar Belakang: Hipovolemia merupakan suatu kondisi penurunan volume cairan intravaskular, interstisial dan intraselular dengan tanda gejala mayor nadi meningkat dan teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membrane mukosa kering, volume urin menurun dan hematokrit meningkat. Tujuan: untuk menerapkan posisi Passive Leg Raising dengan menggunakan teori Henderson. Metode: Wawancara, Observasi dan Pemeriksaan fisik dengan pendekatan studi kasus pada empat responden melalui asuhan keperawatan Teori Henderson di Instalasi Gawat Darurat Resusitasi (IGD) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. PLR merupakan teknik yang dimana posisi kaki lebih tinggi dari kepala dan dilakukan selama 10-15 menit. Hasil: Hasil evaluasi yang didapatkan dari Tindakan Passive Leg Raising yang utama adalah adanya peningkatan tanda-tanda vital kedalam batas normal. Hal ini diperkirakan dipengaruhi oleh Keputusan pemberian cairan yang tidak hanya berdasarkan pada adanya responsivitas cairan tetapi juga pada ketidastabilan hemodinamik dan tidak adanya resiko terjadinya kelebihan cairan. Peran perawat dalam kasus ini telah dijalankan sebagaimana mestinya, yaitua peran dalam mempertahankan atau memulihkan kemandirian individu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti bernapas dan beraktivitas dengan normal. Kesimpulan: Evaluasi keperawatan pada pasien Syok Hipovolemik di Instalasi Gawat Darurat Resusitasi RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado yaitu Tn. N.M, Ny.M.L, Ny.S.M dan Tn. W.D dengan teori Henderson rata-rata implementasi yang dilakukan yaitu selama 30 menit dengan kriteria hasil yang dicapai pada masing-masing klien yaitu terjadi peningatan tanda-tanda vital kedalam batas normal
  • Informasi
  • Eksemplar
  • File PDF
Judul Seri
-
No. Panggil
KIA Ners 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado, 2025
Deskripsi Fisik
xii, 110 Hal: ilustrasi; 29 cm
Bahasa
Indonesia
Edisi
-
Subjek
Syok Hipovolemik
Posisi Passive Leg Raising
Teori Henderson
Pernyataan Tanggung Jawab
Rahmawati Inggrit Yunus
Lokasi Koleksi
Barcode ID
Status
Reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KIA Ners 2025
KIAN000162025
Tersedia
Lampiran Berkas
Harap masuk untuk melihat lampiran
Terkunci
Comments

You must be logged in to post a comment

icon
© 2026 Pusat Data Terbitan Akademik
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
Pencarian Spesifik