Penerapan Aromaterapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure Dengan Pendekatan Teori Katharine Kolcaba Di Intensive Cardiac Care Unit RSUP. PROF. DR.R.D. Kandou Manado
Latar Belakang: Gagal jantung kongestif merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah stroke. Salah satu gejala yang dimiliki penyakit jantung kongestif yaitu terganggunya kualitas tidur dengan persentase untuk Provinsi Sulawesi Utara sebesar 8,2%. Tujuan: Untuk menerapkan pemberian asuhan keperawatan dengan aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pasien CHF. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel empat responden dengan asuhan keperaw...
Latar Belakang: Gagal jantung kongestif merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah stroke. Salah satu gejala yang dimiliki penyakit jantung kongestif yaitu terganggunya kualitas tidur dengan persentase untuk Provinsi Sulawesi Utara sebesar 8,2%. Tujuan: Untuk menerapkan pemberian asuhan keperawatan dengan aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pasien CHF. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel empat responden dengan asuhan keperawatan berdasarkan teori Katharine Kolcaba dengan intervensi aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pasien CHF yang dikeluhkan pasien di ICCU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil: Pengkajian keperawatan pada pasien Tn.W. M, dan tiga pasien CHF lainnya menunjukkan nyeri dada, sesak nafas dan sulit tidur, pasien gelisah secara psikospiritual, membutuhkan dukungan keluarga, dan merasa tidak nyaman dengan hospitalisasi. Diagnosa keperawatan meliputi Penurunan Curah Jantung terkait perubahan afterload ditandai dengan dispnea dan Gangguan pola tidur terkait kurang kontrol tidur. Intervensi berupa Perawatan Jantung, Manajemen energi, dan dukungan tidur melalui penerapan aromaterapi lavender. Evaluasi menunjukkan peningkatan terhadap kualitas tidur. Kesimpulan: penerapan aromaterapi lavender yang dilakukan secara teratur sebelum tidur terbukti mampu menciptakan efek relaksasi dan membantu pasien mencapai tidur yang lebih nyenyak serta mengurangi frekuensi terbangun di malam hari. Efek menenangkan dari lavender juga membantu mengurangi keluhan sulit tidur yang sering dialami akibat sesak napas dan ketidaknyamanan fisik yang umum terjadi pada penderita CHF. Saran: bagi tenaga kesehatan terlebih khusus perawat agar bisa mengurangi keluhan kualitas tidur pada pasien CHF dengan menggunakan terapi non farmakologis berupa aromaterapi lavender