Penerapan Evidence Based Nursing (EBN) Teknik Relaksasi Autogenik Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida Kala I Berdasarkan Teori Keperawatan Model Calista Roy Di Ruangan Instalasi Rawat Darurat Obstetri Dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado
Latar Belakang: Persalinan kala I, ibu mengalami gangguan psikologi yaitu kecemasan. WHO mengungkapkan bahwa kecemasan pada ibu hamil di negara maju memiliki prevelensi sekitar 20% dan negara berkembang lebih dari 20%. Hasil observasi kecemasan dilakukan pada salah satu ibu yang dirawat diruang VK menggunakan skala HARS menunjukkan bahwa ibu mengalmi kecemasan ringan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan selain dengan farmakologi juga dapat dilakukan dengan non-famakologi s...
Latar Belakang: Persalinan kala I, ibu mengalami gangguan psikologi yaitu kecemasan. WHO mengungkapkan bahwa kecemasan pada ibu hamil di negara maju memiliki prevelensi sekitar 20% dan negara berkembang lebih dari 20%. Hasil observasi kecemasan dilakukan pada salah satu ibu yang dirawat diruang VK menggunakan skala HARS menunjukkan bahwa ibu mengalmi kecemasan ringan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan selain dengan farmakologi juga dapat dilakukan dengan non-famakologi salah satunya yaitu dengan teknik relaksasi autogenik. Relaksasi autogenik adalah teknik relaksasi melibatkan sugesti diri untuk mencapai keadaan rileks yang mendalam. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Evidence Based Nursing (EBN) Teknik Relaksasi Autogenik Terhadap Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida Kala I Berdasarkan Teori Keperawatan Model Calista Roy Di Ruangan Instalasi Rawat Darurat Obstetri Dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode: menggunkan metode studi kasus diterapkan pada empat ibu yang akan bersalin di ruangan Instalasi Rawat Darurat Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Intervensi dilakukan dengan mengukur tingkat kecemasan ibu menggunakan skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), kemudian diberikan teknik relaksasi autogenik dengan satu kali pemberian selama 20 menit dan di ukur kembali tingkat kecemasan setelah di berikan intervensi menggunakan skala HARS. Hasil: Hasil menunjukan bahwa terjadi penuruan kecemasan sebelum diberikan intervensi yaitu skor berada pada cemas ringan dan setelah diberikan intervensi turun menjadi tidak ada cemas. Kesimpulan: Hasil penelitia ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi autogenik merupakan pilihan intervensi yang efektif, terjangkau, dan mudah diimplementasikan dalam praktik keperawatan intranatal berbasis bukti