PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Pencarian Spesifik
PUSTAKA Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Manado
Login
Image of Penerapan terapi relaksasi otot progresif pada pasien congestive heart failure dalam mengurangi kecemasan dengan pendekatan teori Betty Neuman di ICCU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado
0X Dilihat
Karya Ilmiah Akhir Ners

Penerapan terapi relaksasi otot progresif pada pasien congestive heart failure dalam mengurangi kecemasan dengan pendekatan teori Betty Neuman di ICCU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado

Jon W. Tangka
Dosen Pembimbing
Ni Luh Jayanthi Desyani
Dosen Pembimbing
Viliana Anastacia Mangolo
Pengarang
Citation Model
Citation Style

APA Style

Karya Ilmiah Akhir Ners
2025
Indonesia
Akses Terbatas

Abstrak

Latar Belakang: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia. Pasien dengan CHF cenderung menjadi gelisah dan cemas serta merasa tidak nyaman oleh karena sesak napas. Relaksasi otot progresif (ROP) diduga dapat menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Mendapatkan gambaran penerapan terapi ROP terhadap kecemasan dengan pendekatan teori Betty Neuman pada pasien CHF. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada empat responden melalui a... Latar Belakang: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia. Pasien dengan CHF cenderung menjadi gelisah dan cemas serta merasa tidak nyaman oleh karena sesak napas. Relaksasi otot progresif (ROP) diduga dapat menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Mendapatkan gambaran penerapan terapi ROP terhadap kecemasan dengan pendekatan teori Betty Neuman pada pasien CHF. Metode: Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada empat responden melalui asuhan keperawatan model Betty Neuman dengan penerapan ROP pada masalah keperawatan kecemasan yang dikeluhkan oleh pasien dengan CHF di ICCU RSUP Prof. Dr. R.D Kandou Manado. intervensi ROP terdiri dari 15 gerakan, per gerakan dilakukan sebanyak dua kali dengan ketegangan otot selama 7-10 detik dan relaksasi selama 10-15 detik. ROP ini memerlukan waktu kurang lebih 20 menit per sesi, dan alat ukur tingkat kecemasan menggunakan HARS. Hasil: Pengkajian pada keempat pasien CHF menunjukkan adanya perasaan cemas dan gelisah akibat gejala penyakit yang dialami seperti sesak napas dan nyeri dada. Dengan kategori sebelum diberikan terapi ROP total skor rata-rata yaitu 27,75 kategori kecemasan berat. Dan setelah diberikan terapi ROP total skor rata-rata yaitu 23,5 kategori kecemasan sedang. Evaluasi penurunan tingkat kecemasan diikuti dengan penurunan tingkat nyeri dan pola napas membaik. Kesimpulan: Penerapan terapi ROP menurunkan tingkat kecemasan pada pasien CHF.
Saran: Terapi ROP dijadikan intervensi keperawatan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien CHF.
  • Informasi
  • Eksemplar
  • File PDF
Judul Seri
-
No. Panggil
KIA Ners 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado, 2025
Deskripsi Fisik
x, 138 Hal: Ilustrasi; 29 cm
Bahasa
Indonesia
Edisi
-
Subjek
Relaksasi otot progresif
Kecemasan
Congestive Heart Failure
Pernyataan Tanggung Jawab
Viliana Anastacia Mangolo
Lokasi Koleksi
Barcode ID
Status
Reservasi
#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KIA Ners 2025
KIAN000052025
Tersedia
Lampiran Berkas
Harap masuk untuk melihat lampiran
Terkunci
Comments

You must be logged in to post a comment

icon
© 2026 Pusat Data Terbitan Akademik
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado
Pencarian Spesifik