Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Relaksasi Otot Progresif (PMRT) dalam menurunkan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada korban erupsi Gunung Ruang di Tagulandang. Mengingat erupsi gunung dapat menyebabkan trauma psikologis, PMRT sebagai teknik relaksasi diharapkan dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 responden, yaitu korban erupsi yang m...
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Relaksasi Otot Progresif (PMRT) dalam menurunkan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada korban erupsi Gunung Ruang di Tagulandang. Mengingat erupsi gunung dapat menyebabkan trauma psikologis, PMRT sebagai teknik relaksasi diharapkan dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 20 responden, yaitu korban erupsi yang mengalami gejala PTSD, menjadi peserta. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Impact of Event Scale-Revised (IES-R) sebelum dan sesudah pemberian latihan Relaksasi Otot Progresif selama 9 hari. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan Relaksasi Otot Progresif memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (p < 0.05). Rata-rata skor gejala Post-Traumatic Stress Disorder menurun dari 70.75 menjadi 31.85, dengan nilai p=0.000. Kesimpulannya, Relaksasi Otot Progresif efektif dalam mengurangi gejala PTSD pada korban erupsi Gunung Ruang.