Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Dalam Pencegahan Terjadinya Demam Berdarah Dengue Di Lingkungan Asrama Mahasiswa Papua Tolikara Kota Manado
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan asrama mahasiswa Papua Tolikara Kota Manado. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sampel ...
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan asrama mahasiswa Papua Tolikara Kota Manado. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 100 mahasiswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap responden sebelum dan setelah diberikan edukasi mengenai DBD. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan sikap mahasiswa setelah mengikuti program edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 62% menjadi 88%, sedangkan skor sikap meningkat dari 57% menjadi 82%. Uji statistik menggunakan uji t menunjukkan nilai p < 0,01, yang mengindikasikan bahwa edukasi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam pencegahan DBD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program edukasi yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam pencegahan DBD, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pengurangan risiko penyebaran penyakit tersebut di lingkungan asrama. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi metode edukasi yang lebih inovatif dan dampaknya terhadap perilaku pencegahan DBD.