Masalah, Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia dan beresiko menimbulkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung dan gangguan ginjal. Banyak lansia yang mengalami peningkatan tekanan darah seiring dengan proses penuaan. Penanganan hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga perlu didukung dengan terapi non farmakologis. Tujuan, yaitu melakukan terapi relaksasi benson dalam penurunan tekanan darah pada lansia dan melihat adanya penurun...
Masalah, Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia dan beresiko menimbulkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung dan gangguan ginjal. Banyak lansia yang mengalami peningkatan tekanan darah seiring dengan proses penuaan. Penanganan hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga perlu didukung dengan terapi non farmakologis. Tujuan, yaitu melakukan terapi relaksasi benson dalam penurunan tekanan darah pada lansia dan melihat adanya penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi. Metode, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua orang lansia dengan hipertensi. Terapi relaksasi Benson dilakukan selama satu minggu mulai pada tanggal 28 April – 04 Mei 2025 dengan frekuensi 1 kali dalam 1 hari dan dilakukan selama 15-30 menit. Sebelum intervensi, dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi terhadap kedua lansia. Hasil, Setelah dilaksanakan pengkajian dan Analisa data, ditemukan masalah keperawatan pada kedua lansia yaitu ansietas dan dengan intervensi yang dilaksanankan yaitu terapi relaksasi benson. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua lansia setelah diberikan terapi yang menandakan adanya pengaruh positif dari terapi relaksasi benson terhadap kontrol tekanan darah. Kesimpulan, Terapi relaksasi benson efektif membantu menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan dapat dijadikan salah satu pendekatan non-farmakologis. Saran, Diharapkan terapi relaksasi Benson dapat diterapkan secara rutin dalam pelayanan keperawatan lansia, serta menjadi bahan pertimbangan bagi institusi kesehatan dalam pengembangan intervensi non-farmakologis untuk mengendalikan hipertensi.