Fase remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju
masa dewasa, ditandai dengan energi yang tinggi, rasa ingin tahu, serta kerentanan terhadap pengaruh teman sebaya dan perilaku pengambilan risiko. Di Indonesia, penyalahgunaan zat hirup, khususnya lem, semakin marak di kalangan anak
muda, khususnya usia 14-15 tahun, dengan statistik yang mengkhawatirkan menunjukkan bahwa sekitar 70% anak jalanan di Indonesia kecanduan lem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pred...
Fase remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju
masa dewasa, ditandai dengan energi yang tinggi, rasa ingin tahu, serta kerentanan terhadap pengaruh teman sebaya dan perilaku pengambilan risiko. Di Indonesia, penyalahgunaan zat hirup, khususnya lem, semakin marak di kalangan anak
muda, khususnya usia 14-15 tahun, dengan statistik yang mengkhawatirkan menunjukkan bahwa sekitar 70% anak jalanan di Indonesia kecanduan lem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predisposisi penyalahgunaan lem di kalangan remaja di wilayah Perkamil Manado dengan fokus pada pengetahuan, sikap, dan persepsi terkait penggunaan lem Aibon yang mengandung zat psikoaktif Lysergic Acid Diethylamide yang dapat menimbulkan euforia. Dengan memanfaatkan metode penelitian deskriptif, data dikumpulkan dari 20 responden melalui kuesioner dan wawancara, yang mengungkapkan bahwa meskipun pengetahuan secara signifikan memengaruhi penyalahgunaan lem, namun sikap dan persepsi tidak. Studi ini menyoroti peran tekanan keluarga dan masyarakat dalam penyalahgunaan zat terlarang di kalangan remaja dan menekankan perlunya keterlibatan orang tua dan intervensi berbasis masyarakat untuk mengurangi masalah yang berkembang ini.