Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alami terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta peningkatan sistem imun. Namun, sebagian ibu menyusui mengalami produksi ASI yang kurang optimal. Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan melalui intervensi non-farmakologis, salah satunya dengan pemberian makanan bergizi seperti buah pepaya dan sari kacang hijau yang kaya akan vitamin, mineral, protein, serta seny...
Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alami terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta peningkatan sistem imun. Namun, sebagian ibu menyusui mengalami produksi ASI yang kurang optimal. Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan melalui intervensi non-farmakologis, salah satunya dengan pemberian makanan bergizi seperti buah pepaya dan sari kacang hijau yang kaya akan vitamin, mineral, protein, serta senyawa bioaktif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian buah pepaya dan sari kacang hijau terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahu dan Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest kelompok kontrol. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik Slovin, terdiri atas 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Intervensi diberikan selama 7 hari berupa buah pepaya dan sari kacang hijau sebanyak tiga kali sehari. Data produksi ASI dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan taraf signifikansi 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan produksi ASI pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai p < 0,001. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Kesimpulan: Pemberian buah pepaya dan sari kacang hijau terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Intervensi ini dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang mudah diterapkan, sekaligus memberikan kontribusi positif dalam praktik keperawatan serta sebagai dasar penelitian selanjutnya.