Pendahuluan: Tuberkulosis Paru masih menjadi masalah kesehatan global dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang bervariasi. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk PMO, efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Manado. Metode: Penelitian kuantitatif, dengan teknik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 100 responden yang menderita T...
Pendahuluan: Tuberkulosis Paru masih menjadi masalah kesehatan global dengan tingkat keberhasilan pengobatan yang bervariasi. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk PMO, efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB di Wilayah Kerja Puskesmas Sario Manado. Metode: Penelitian kuantitatif, dengan teknik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 100 responden yang menderita Tuberkulosis Paru. Pengumpulan data diperoleh menggunakan kuesioner, dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sario pada 26 Maret sampai 09 April 2024. Analisa data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 76% pasien memiliki PMO yang aktif dalam mendampingi pengobatan, 76% mengalami efek samping ringan dari OAT, 76% menunjukkan kepatuhan tinggi dalam menjalani pengobatan, dan 76% berhasil dalam pengobatan. Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara PMO dengan keberhasilan pengobatan (p-value 0,000